animasi-bergerak-selamat-datang-0014

Senin, 13 November 2017

Sebuah Kado Ulang Tahun yang Tidak Terlalu Menarik



Pengembali Senyum Yang Kan Berpamit
 
November ini aku terlalu sibuk menghapus air mata kehilanganku akan kepergian sosok teladan 4 tahun lalu. Sebuah duka yang seolah seperti mengoyak batinku. Ia pergi mendadak tanpa pamit tanpa salam. Tentu saja aku tidak pernah bisa melupakan kehilangan itu. Tuhan memanggil orang-orang yang dikasihiNya begitu cepat, jauh berbeda dari ekspektasi hambaNya.
Kekalutan itu membuatku lupa akan hari kelahiran seseorang. Seorang yang telah kuanggap sebagai Kakak, sekalipun kami tidak berasal dari rahim yang sama. Seorang yang justru lebih mengerti aku daripada saudara-saudara sedarah dan serahim denganku. Orang lain yang justru di tengah kesibukannya masih menyisakan celah untuk berusaha membuatku tersenyum saat aku dirundung sedih dan kegalauan. Seorang yang akan berusaha keras mengembalikan senyumku yang hilang. Ahhhhh... Aku jadi ingin menangis mengingat hal-hal kecil yang dia lakukan kepadaku sebagai bentuk kepeduliannya kepada adiknya.
Beberapa hari lalu dia Milad ke 26 tahun. Aku baru tau hari ini. Seorang sahabat mengabarkan kepadaku siang tadi saat beberapa hari lalu ia melihat postingan gadis pemenang hati “Masku” itu. Seorang yang beberapa tahun ini diperjuangkan mati-matian oleh Masku. Satu-satunya orang yang menjadi penyebab kegalauan Masku. Jika saja Mas membolehkan sudah kuperingatkan gadis itu. Namun, Mas terlalu menjaga perasaan gadis itu. Baiklah tidak apa-apa....
26 tahun bukanlah usia yang muda lagi bagi dia. 26 tahun telah memberikan ia banyak pelajaran dalam hidup. Tentang jatuh bangun merangkai mimpi, tentang cinta, tentang kehancuran, tentang penantian, tentang perjuangan, tentang berkorban, tentang menjaga, tentang bertahan, tentang semua baik buruk yang telah diajarkan oleh masa.
Sebagai seorang adik yang entah tulisan ini dianggap berarti atau tidak, aku tidak perduli. Apa yang kutulis ini mungkin tak terlampau berkesan untuk dia. Tapi, biarlah aku menulis ini sebagai kado Milad ke 26 nya. Ini mungkin tak terlalu istimewa dibanding dengan apa yang telah seseorang persembahkan sebagai hadiah untukmu. Tapi, biarlah saja... Sekali lagi, aku tidak perduli.
Hari-hari ini adalah hari yang berat saat aku mengingatmu. Hari-hari dimana semakin mendekatkanmu menemui bahagiamu, yakni bersatu dengan gadis dalam doamu. Aku bilang ini berat karena itu berarti aku akan kehilangan engkau. Saat kau nanti menikah kau akan lebih sibuk menjaga perasaan pasanganmu dan tidak lagi mempedulikan perasaan adikmu. Seorang yang selalu menunggu suaramu saat dia tengah pengap dengan beban masalah kehidupan maupun hati. Seorang yang akan sangat merindukan nasehatmu, tantangan darimu, hadiah kecil darimu, sajak-sajak puisimu, suara menghiburmu, caramu membuatnya tertawa dan mengembalikan senyum yang hilang, salam-salam yang dia kirim di radio untukmu, curhatanmu, panggilan ‘Jum’ mu, rindu dikuatkan, rindu ocehan malammu, dan segala hal tentangmu.
Mas, cepat atau lambat semua itu akan terjadi. Entah kemana nanti aku akan berlari saat hati tak kuat menyangga beban sendiri. Mungkin hanya kepada Illahi kan ku sandarkan hati ini, penuh pasrah. Aku akan belajar mulai dari sekarang  supaya nanti saat kau berpamit aku sudah terbiasa melanjutkan hidup tanpa rekan berbagi setulus engkau. Kaupun jangan sebut namaku di hadapannya, ya. Aku tidak ingin dia merasa cemburu lalu meragukan cintamu.
Sebagai penutup dari tulisan ini aku ingin menghadiahkan sebuah doa untukmu, pengembali senyum yang akan berpamit. Semoga Tuhan segera mengabulkan usaha dan doamu untuk bersatu dalam ikatan halal dengan wanita impianmu. Semoga kebahagiaan tidak pernah meninggalkan hidupmu sejengkalpun, dan kesedihan tak bernyali menyentuhmu. Berbahagialah layaknya orang-orang yang pernah kau ukirkan kebahagiaan dalam hidupnya. Selamat Milad, My Broh, My Jon!!! 
-Ibed-


Tidak ada komentar:

Posting Komentar