animasi-bergerak-selamat-datang-0014

Senin, 07 November 2016

Menisbatkan Hati




Dimensi imaginasiku menembus batas terlarang tentang khayal dan harap
Tentangmu, tentang akulah yg beruntung menakhlukkan hatimu
Realitanya itu fatamorgana
Tak mungkin. Tak mungkin, kan???

Laksana lengkungan mejikuhibiniu
Di mega bekas terik yg terguyur hujan
Kau tak bisa kupinta seinginku
Namun, tatkala kau menyapa sekata saja
Kelabu yang membubung
Menjadi merah jambu dan biru seketika itu

Telah kucoba berlari dan mengasing
Namun, yg terjadi pada hati terlalu sulit kunafikkan
Lisanku kelu setiap kulihat sudut itu kamu
Biarlah terpendam meski tanpa sadar selalu kau semikan

Sejatinya pengungkapan itu tak penting
Pabila akhirnya tak berujung atau hanya menjadi muara ikatan setan
Karena untuk apa?
Karena aku tak bisa menjanjikan keabadian rasa yang tertahan ini
Karena ku takut pabila rasa yang membuncah
Hanya kan menjadi cerita penuh penyesalan
Di masa saat kita menua pada ruang dan waktu yang terpisah
Lengkap dengan separuh hati yang lain
Dan bagaimana bila hanya aku yang dimabuk asmara
Sedang yang membuatku tak mampu berlogika
Menisbatkan hatinya pada yang lain
Yang itu berarti aku akan sakit lagi seperti kemarin
Karena pada akhirnya doaku akan terbungkam
Ikhtiarku akan terhadang
Oleh takdir membentang yang tlah tergariskan
Oleh yang berhak atas hidup dan matiku, sebelum dan sesudah itu
Dan, aku belum siap untuk itu....
-De An-Nahal-

*Sebuah bait-bait puisi yang di tulis saat menahan dahaga demi menjaga agar tak batal puasa ramadhannya. Sebuah tulisan kenang-kenangan yang penuh perjuangan menyampaikannya pada yang dituju. Mulai dari di radio sampai di email. Rangkaian dari beberapa kata yang berisi pesan yang sebenarnya ingin diutarakan kepada insan yang sah dihadiahi puisi ini. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar