Akhirnya memang ini belum menjadi sebuah akhir. Aku mulai lelah dalam jalanku yang kubebaskan atas kehendakku dan melupakan duri-duri yang mestinya selalu kurawat agar melindungiku. Aku lelah yaahh sangat lelah dalam jalan yang menghilangkan jejak-jejak putih dan setitik cahaya di hati. Gelisah, ragu, bimbang serta perasaan pilu lainnya seringkali menghantuiku menghilangkan tentram dalam qalbuku.
Cahaya cinta yang takkan mampu tertandingi, takkan mampu kubalas dengan apapun semakin hari semakin pudar perlahan namun, pasti. Aku ingin menangis namun, seolah hati ini telah tandus dan mengeras sehingga air mata kerinduan, air mata kesadaran bahkan peratapan kehinaan diri seolah telah mengering tanpa bekas. Segala permintaan kurasa hanyalah permintaan karena hati tak tau untuk apa meminta.
"Hentikan aku, aku mohon hentikan!!!"
Mungkin itulah yang ingin kuteriakkan pada dunia. Pada siapa saja yang mau menuntunku untuk pulang dan berhenti pada jalan yang tak tau dimana muaranya. Aku sudah bosan dengan tindakan yang tiada arti dan manfaat bagi diri ini. "Ini bukan aku!" Bisikku pada bayangan di cermin. Namun, tak sedikitpun mampu menyadarkan aku dari kesuraman hati ini.
Aku rindu akan jalan itu, tuhan. Jalan yang tak pernah mengenalkan aku pada kebebasan namun, menenangkan gejolak dalam hatiku. Jalan yang banyak kelokan tapi mengarahkan aku pada sesuatu yang hakiki. Hentikan aku!!! Antar aku pulang kembali pada yang semestinya. Aku tak ingin menuai penyesalan di masa nanti ketika senja hampir membenamkan aku. Cukupkanlah hari-hari yang suram ini sampai di sini. Mengisi bagian dari sejarah perjalanan cucu Adam. Lantas kembali pada hari-hari dimana mestinya kembali.
"Hentikan aku!!!"
Oleh : Deanhl

Tidak ada komentar:
Posting Komentar