animasi-bergerak-selamat-datang-0014

Kamis, 04 Juni 2015

Teriakan untuk "BlackRed"

Jum'at, 13 Maret 2015


Hari yang tak pernah ku sangka-sangka sebelumnya. Hari yang menjadi catatan merah muda untukku. Hari yang penuh debaran dan semangat.

Karena dia...
Dia yang belakangan ini mewarnai secuil kisah hidupku. Yang sketsa wajahnya mirip seperti gambar-gambar lukisan kecilku. Yang memakai kaos polos hitam panjang dan celana pendek warna merah, kaos kaki hitam, sepatu ball warna merah juga. Dengan kacamata yang menghiasi wajahnya yang bisa dibilang lumayan tampan dan imut.
Ohhh... Aku pikir dia urung datang ke lapangan futsal untuk membantu timku Psikologi melawan tim Hukum. Rupanya ia datang setelah beberapa jam sebelumnya dia sempat mengobrol denganku di bbm. Sayangnya, setiap ada moment yang mempertemukan kita tak ada satu di antara kita yang saling tegur sapa. Begitupun beberapa hari lalu saat aku buru-buru menghindar karena berhadapan dengannya ketika melihat pameran Arsitektur. Yaaa,, meskipun ada lukisan yang membatasi dan kurasa dia tak menyadari bahwa mataku bertemu dengannya. Ketika ku tanya lewat bbm mengapa ia tak menyapaku alasannya karena tidak melihatku. Hmmm entahlah, dia sangat misterius.
Termasuk saat kita dipertemukan di lapangan futsal sore itu. Ku rasa secara sadar ia pasti melihatku. Aku yang pada dasarnya rame dan setiap kali menjadi supporter selalu heboh sendiri sore itu meramaikan lapangan dengan teman-temanku. Aku berteriak sekuat tenaga untuk timku. Namun, gawang timku kebobolan. Ketika si Black Red itu masuk ke lapangan untuk menggantikan pemain yang ditarik keluar. Teriakanku semakin kencang saja begitu dia mulai memainkan bola. Bahkan aku sempat meneriakkan namanya agar dia lebih semangat. Namun, lagi-lagi kemenangan belum berpihak pada tim kita. Gawang tim kita sudah kebobolan 2 gol yang akhirnya dibalas 1 gol oleh tim ku. Tapi, dia yang rela melepas kacamatanya demi membantu timku harus ditarik keluar dan digantikan oleh pemain lain. Padahal menurutku permainannya cukup bagus (dibanding aku). -Yaa Iyalaah orag aku gak bisa main bola, cuma bisa oper mengoper.-
Tak lama setelah itu gawang timku kembali kebobolan hingga hasil akhir 3-1. Tak apalah setidaknya hari itu aku berteriak tak sia-sia. Karena dia yang mengalihkan hariku. Kerasnya teriakanku pada sore itu sebenarnya untuk dia...

Malam harinya...
Baru saja terlintas di pikiranku aku ingin memulai obrolan di bbm dengannya untuk mengucapkan terima kasih atas bantuannya untuk tim futsalku, tapi sudah keduluan dia chat aku yang isinya permintaan maaf karena tak bisa memenangkan pertandingan. "Sorry kalah". Hahahaha tuh orang, memang. Akupun membalas dengan nada santai membesarkan hatinya sekaligus mengundang dia untuk makan malam bersama dengan tim futsal semuanya. Tetapi, sayang sekali dia tak bisa datang karena ada janji mau mengisi acara band, padahal aku sudah bilang bahwa yang masak aku dan teman-temanku. Siapa tau dia bakal kepincut denganku gara-gara mencicipi masakanku atau sekedar memberikan pujian untuk masakanku. Ternyata .... Ahh... tak apalah.

Dan taukah engkau,,,
bukan hanya malam itu dia memulai obrolan dengan aku ketika aku sudah berpikir mau mulai obrolan duluan. Hal yang sama pernah terjadi ketika baru pertama kali aku berteman di FB dengan dia. Awalnya aku mau mulai obrolan lewat inbox pribadi rupanya hampir saja aku selesai mengetik salam ada pemberitahuan bahwa nama akun FBnya mengomentari statusku. Siapa yang gak seneng coba???!!! Mungkin memang sudah ada cheymistry sejak awal .. :p

Aku suka dunianya yang begitu asyik...
Dia hampir sama dengan Pangeran Ilusiku. Sama-sama berkacamata, sama-sama suka anime, sama-sama suka ngegames, religius juga. Prinsip menuntut ilmunya juga sama. Gak butuh nilai bagus yang penting dapat Ilmu. Dan ada hal yang membuatnya berbeda dari Pangeran Ilusi.
Dia sangat asyik dan humble meskipun baru mengenal. Suka musik dan bola. -Mungkin Pangeran Ilusi juga suka tetapi, ia terlalu idealis untukku.- Dia suka awan dan bintang. Dan cara dia mengungkapkan kesukaannya itu sangat kusuka. Seolah dia seperti pujangga. Alasan dia suka awan katanya awan bisa melukiskan berbagai macam bentuk dan itu merupakan kekayaan seni. Dia suka bintang tetapi, tak mau bila hanya melihat satu bintang. Karena katanya bila hanya ada satu bintang maka keindahannya takkan nampak. Sedang aku suka gerimis... Alasanku masih tetap, karena gerimis lebih romantis dari hujan. Gerimis juga sebagai penghubung antara langit dan bumi. Dan aku selalu tenang ketika gerimis datang. Sejuknya, ritmenya, ia juga tak menakutkan seperti hujan bukan?!

Semenjak itu...
Bukan semenjak itu lagi, tapi sejak sebelum itu. Aku sering mengintip dia dari balik pintu kaca kelas. Itupun hanya bila kebetulan aku tau kelasnya dimana. Entah apa dia tau atau tidak. Mungkin ini lucu baginya. Aku mulai semangat setiap kali berangkat kuliah tapi, aku juga selalu bingung dan berusaha menghindar setiap kali bertemu atau berpapasan dengan dia. Entah kapan dia menyapaku duluan yang jelas aku juga belum berani menyapanya. Pernah kita janjian untuk bertemu karena dia mau minta film "Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck" tapi, selalu saja ada aral melintang yang menghalanginya. Karena dia keburu pulang dan karena laptopnya rusak. Ahhhh... tak apalah. Jika menurut Allah baik, semoga di ujung penantianku nanti Allah meng-indah-kan pertemuan kita.

"Mungkin ini telat bagiku tapi, mungkin Allah sengaja mengatur sedemikian rupa untukku. Karena waktuku untuk bisa mengharapkan pertemuan dengannya tinggal satu tahun tak sampai mungkin... Disitulah kadang mulai pupus anganku. Tapi, aku percaya pada sebaik-baik rencana Allah."





ditulis di : https://www.facebook.com/notes/620786471389749/ pada Jum'at, 19 Maret 2015 pukul 2:14
Sepenggal curhatan dan isi hati yang terpendam untuk "Matahari Hati"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar