animasi-bergerak-selamat-datang-0014

Selasa, 02 Juni 2015

Bayangan Yang Kabur

P. Ilusi
Ku hampir lupa di hari pergantian usiamu, dua hari lalu. Tepat tanggal terakhir di bulan Mei. Namun, kurasa aku belum terlambat. Aku tau mungkin kau tak menginginkan ucapan "selamat" dariku bila kau tau aku mengagumimu dan menaruh hati padamu. Tetapi, rupanya aku tak perlu menunggumu untuk tau isi hatiku ini. Karena sebelum kau tau, kau telah lebih dulu hilang perlahan-lahan, bahkan tak mau membaca ucapan dan doaku.

Sesekali bahkan berkali-kali aku masih mencarimu, mencari-cari tulisan dan postinganmu, karena aku merasa telah kehilangan jejakmu. Kucari pula kabarmu lewat adikmu. Mungkin aku telah candu akan kabar dan sedikit saja pesan darimu. Bukan sekedar hanya kau baca pesan-pesanku, ku harap sedikit saja akan balasmu. Wahai insan yang kukagumi dalam diam tanpa sepengetahuannya.

Salahkah dengan rasa yang tumbuh lantaran sebab kurnia Allah, karena keshalihan, ketaatan, dan prinsip yang kuat. Jika kau anggap ini salah dan fatal, maka katakanlah. Jangan semakin hilang tanpa meninggalkan semu setitikpun. Meskipun aku belum mengenalmu dalam dunia nyata namun rupanya kekagumanku benar-benar nyata.

Selamanyakah dua perbedaan yang saling bertolak belakang takkan bisa saling melengkapi, mengisi, dan mewarnai? Akankah bayanganku tentang sosok pangeran ilusi yang itu ada padamu harus sirna dan kabur begitu saja seperti yang telah lalu? Hanya menjadi paragraf-paragraf dalam cerita hidupku yang selalu kutulis dan menjadi sekumpulan kisah baru dalam kasih tak sampaiku. Ataukah namamu hanya menjadi nama yang kusebut berulang-ulang dalam doa malamku? Sedang aku rupanya hanya tergaris untuk sempat menunggumu, menunggu dengan sabar pesan darimu.

Yaa memang rasa tak bisa dipaksa bahkan tuhanpun demikian. Jika bisa mungkin saat ini aku sudah memaksa Allah untuk mengetukkan namaku di hatimu. Tetap tangguh dalam kekaguman tak terjamah inilah pilihanku saat ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar