Oleh: Ibed
Malam. . .
Ialah potret ketenangan. Tanpa ada bising kendaraan bermotor. Tanpa ada bising desas desus berita anak Adam. Tanpa ada bising riuh kesibukan manusia dari setiap sudut dunia.
Malam seolah memeluk diri yang lelah karena berkejaran dengan duniawi yang nyaris tiada henti. Mengejar nikmat semu yang menjauhkan ingat dari abadinya kehidupan setelah mati. Yaa... Akhirat. Akhirat yang abadi lagi sesungguh-sungguhnya kehidupan.
Malam bagaikan rangkulan hangat seorang ibu tatkala kita dirundung pilu. Ia mendengar apa saja yang kita curahkan hingga tanpa sadar membawa pada lelap yang meringankan beban anak adam. Hingga ia sanggup membawa kita pada kesiapan menghadapi surya setelah malam berlalu.
Gelapnya menenangkan, menentramkan, dan mengistirahatkan jiwa-jiwa yang lelah.
Selamat malam, selamat mengistirahatkan kecemasanmu....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar