Jogja, 05 Mei 2014
Ternyata, inilah kehidupan yang nyata.
Begitu keras... Tak seperti mimpi-mimpi ketika aku masih duduk dan bercanda tawa di masa SMK bersama teman-temanku. Tak lagi seperti bayangan dan khayalan. Semua tampak begitu nyata tanpa ada tempat berbagi seperti dulu.
Semua terasa masih mengambang. Masih bingung kemana arah hati ini. Dan harus belajar lagi, lagi, dan lagi. Belajar menikmati segala hal yang terkadang terasa getir. Belajar menghargai pertolongan orang lain.
Ya ya ya Semua memang tak mudah!!!
"Rindu adalah satu-satunya penyakit yang sangat menyakitkan bagiku, anak perantauan!" Yah, rindu si anak kecil di rumah. Dia itu belahan jiwaku. Yang menghapus air mataku saat aku menangis.
Rindu pelukan hangatnya, ciumannya, senyumnya dengan lesung pipitnya, suaranya, panggilannya, bawelnya, dan semua yang ada pada dirnya. Setiap hari ia menanyakan aku pada ibu. Dia kesepian dan tak punya teman. Dia butuh aku. Namun, aku tak sebentar disini. Aku tak boleh mengecewakan dia.
Adikku sayang, Kau harus bahagia!!!
Aku disini merindukanmu!!!
-DeAnhl-


Tidak ada komentar:
Posting Komentar