animasi-bergerak-selamat-datang-0014

Rabu, 30 September 2015

AKU JUGA PERNAH BAHAGIA!!!




Di tengah keriuhan ini tiba-tiba aku terbawa pada keadaan dimana hatiku mulai tak tenang. Keadaan ini sepertinya memaksaku menanyakan kembali pada hatiku tentang kondisi hati nurani yang sebenarnya. Kemana arah dan muara hati yang sebenarnya? Mengapa masih saja seperti ini?
Aku hidup tak sendiri dalam duniaku sekalipun lingkunganku berbeda-beda denganku. Aku melihat lingkungan kawan-kawanku sepertinya indah dengan kehadiran cinta, kekasih, dan tambatan hati. Aku yang entah sejak kapan mengosongkan hati ini terkadang merasa diolok-olok oleh keadaan tapi, entahlah aku belum tergoda. Hanya saja kadang aku mulai terbawa.
Sering aku menjadi sasaran empuk guyonan dan gojlokan mereka hanya karena aku seperti pasif dan sama sekali kurang berminat pada yang namanya lelaki. OK!!! Aku tidak marah kok. Hanya saja kadang aku tak enak setiap kali digojloki mereka dengan makhluk yang bernama cowok. Bukan baper hanya saja aku tak bisa menahan diri untuk mengatakan, “tidak, aku tidak ada apa-apa dengan dia”. Padahal alasan mereka melontarkan guyonan itu hanya karena melihat aku dibonceng ataupun bercakap-cakap berdua.  SMSan, BBMan, atau tindak lanjut setelah itupun tidak pernah ada. Tapi entahlah, mereka mungkin ingin melihat aku bahagia dengan seorang laki-laki.
Ada banyak hal yang lingkunganku saat ini tak mengerti tentang diriku sehingga kadang aku terlihat seoah menjadi sosok yang merindukan kebahagiaan dan kehadiran seorang cowok. Memang realitanya aku membenarkan itu meskipun aku tak sepenuhnya begitu. Melihat mereka sedang bercakap-cakap dengan someone spesialnya mereka sambil tertawa-tertawa geli, mesam-mesem layaknya wanita terbahagia di dunia aku turut bahagia. Sedangkan dalam hatiku berbisik, “Aku sudah pernah sebahagia itu!!” Yaa, memang aku pernah merasakan perasaan itu ketika seseorang pernah hadir dalam kehidupanku dan menemani hariku meski tak lama. Yang pada akhirnya kebahagiaanku pudar. Bukan sekali tapi berkali-kali, sudah 4 kali mungkin yang terhitung benar-benar ada ikatan tak resmi. Model-model lelaki yang pernah sempat singgah di hatiku memang semuanya sangat jauh dari harapanku. Ada yang tiba-tiba memutuskanku karena dia memilih temanku tanpa sepengetahuanku. Ada yang lelaki nakal yang janjinya akan berubah demi aku namun, pada akhirnya dia menodai kepercayaanku. Ada yang everytime menelfonku yang selalu mampu tenangkan aku meskipun pada akhirnya kuputuskan karena dia terang-terangan mengaku selingkuh. Ada pula yang sudah satu tahun lebih dekat denganku yang kupikir akan menjadi cinta terakhirku, yang kutuduh selingkuh yang pada akhirnya selingkuh beneran lalu karena curigaku yang berlebihan akhirnya dia mengakhiri hubungan kita.
Karena banyak hal itu membuatku lebih berhati-hati dalam menambatkan hatiku. Tapi, bukan berarti aku tak pernah bahagia. Aku juga pernah bahagia!!! Sekalipun ada hati yang nyangkut berusaha kuperjuangkan namun, siapalah aku!!! Tuhan masih mentakdirkan aku sebagai pungguk yang merindukan rembulan. Aku tak berharap tuhan menjadikan seseorang  itu menjadi milikku. Harapan kecilku hanyalah berharap Allah mengutus hambanya itu membalas rasaku. Itu saja!!! Kecuali jika kelak aku benar-benar sudah siap memiliki.
Orang sepertiku kebahagiaan saat ini memang hanyalah pada restu dan kebahagiaan orang tua. Bapak dan ibuku belum menginginkan aku untuk dekat dengan laki-laki apalagi menjalin hubungan yang beratasnamakan cinta semacam pacar-pacaran. Mungkin karena itu hatiku masih biasa-biasa saja jika berbicara tentang dan cowok. Aku juga hanya sedang menjaga hatiku untuk seseorang yang saat ini juga menjaga hati dan dirinya untuk kelak menjemputku menyatukan cinta dalam ikatan yang halal dan diridhoi Allah.
-DeAnhl-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar