Di tengah keriuhan ini tiba-tiba aku terbawa pada keadaan dimana
hatiku mulai tak tenang. Keadaan ini sepertinya memaksaku menanyakan kembali pada
hatiku tentang kondisi hati nurani yang sebenarnya. Kemana arah dan muara hati
yang sebenarnya? Mengapa masih saja seperti ini?
Aku hidup tak sendiri dalam duniaku sekalipun lingkunganku
berbeda-beda denganku. Aku melihat lingkungan kawan-kawanku sepertinya indah
dengan kehadiran cinta, kekasih, dan tambatan hati. Aku yang entah sejak kapan
mengosongkan hati ini terkadang merasa diolok-olok oleh keadaan tapi, entahlah
aku belum tergoda. Hanya saja kadang aku mulai terbawa.
Sering aku menjadi sasaran empuk guyonan dan gojlokan mereka hanya
karena aku seperti pasif dan sama sekali kurang berminat pada yang namanya
lelaki. OK!!! Aku tidak marah kok. Hanya saja kadang aku tak enak setiap kali digojloki
mereka dengan makhluk yang bernama cowok. Bukan baper hanya saja aku tak bisa
menahan diri untuk mengatakan, “tidak, aku tidak ada apa-apa dengan dia”. Padahal
alasan mereka melontarkan guyonan itu hanya karena melihat aku dibonceng ataupun
bercakap-cakap berdua. SMSan, BBMan,
atau tindak lanjut setelah itupun tidak pernah ada. Tapi entahlah, mereka
mungkin ingin melihat aku bahagia dengan seorang laki-laki.
Ada banyak hal yang lingkunganku saat ini tak mengerti tentang
diriku sehingga kadang aku terlihat seoah menjadi sosok yang merindukan
kebahagiaan dan kehadiran seorang cowok. Memang realitanya aku membenarkan itu
meskipun aku tak sepenuhnya begitu. Melihat mereka sedang bercakap-cakap dengan
someone spesialnya mereka sambil tertawa-tertawa geli, mesam-mesem layaknya
wanita terbahagia di dunia aku turut bahagia. Sedangkan dalam hatiku berbisik, “Aku
sudah pernah sebahagia itu!!” Yaa, memang aku pernah merasakan perasaan itu
ketika seseorang pernah hadir dalam kehidupanku dan menemani hariku meski tak
lama. Yang pada akhirnya kebahagiaanku pudar. Bukan sekali tapi berkali-kali,
sudah 4 kali mungkin yang terhitung benar-benar ada ikatan tak resmi.
Model-model lelaki yang pernah sempat singgah di hatiku memang semuanya sangat
jauh dari harapanku. Ada yang tiba-tiba memutuskanku karena dia memilih temanku
tanpa sepengetahuanku. Ada yang lelaki nakal yang janjinya akan berubah demi
aku namun, pada akhirnya dia menodai kepercayaanku. Ada yang everytime
menelfonku yang selalu mampu tenangkan aku meskipun pada akhirnya kuputuskan
karena dia terang-terangan mengaku selingkuh. Ada pula yang sudah satu tahun lebih
dekat denganku yang kupikir akan menjadi cinta terakhirku, yang kutuduh
selingkuh yang pada akhirnya selingkuh beneran lalu karena curigaku yang
berlebihan akhirnya dia mengakhiri hubungan kita.
Karena banyak hal itu membuatku lebih berhati-hati dalam
menambatkan hatiku. Tapi, bukan berarti aku tak pernah bahagia. Aku juga pernah
bahagia!!! Sekalipun ada hati yang nyangkut berusaha kuperjuangkan namun,
siapalah aku!!! Tuhan masih mentakdirkan aku sebagai pungguk yang merindukan
rembulan. Aku tak berharap tuhan menjadikan seseorang itu menjadi milikku. Harapan kecilku hanyalah
berharap Allah mengutus hambanya itu membalas rasaku. Itu saja!!! Kecuali jika
kelak aku benar-benar sudah siap memiliki.
Orang sepertiku kebahagiaan saat ini memang hanyalah pada restu dan
kebahagiaan orang tua. Bapak dan ibuku belum menginginkan aku untuk dekat
dengan laki-laki apalagi menjalin hubungan yang beratasnamakan cinta semacam
pacar-pacaran. Mungkin karena itu hatiku masih biasa-biasa saja jika berbicara
tentang dan cowok. Aku juga hanya
sedang menjaga hatiku untuk seseorang yang saat ini juga menjaga hati dan
dirinya untuk kelak menjemputku menyatukan cinta dalam ikatan yang halal dan
diridhoi Allah.
-DeAnhl-

Tidak ada komentar:
Posting Komentar