Selain berserah diri. Mengais kembali kepingan hati yang sempat gugur itu. Mungkin ini tamparan untukku yang selama ini nyaris hanya berani bermimpi tanpa melihat diri terlebih dulu. Ini bukan sebuah penghancuran ataupun titik akhir. Tapi, sekaranglah saat untuk kembali bangkit berdiri dengan sisa-sisa kesedihan yang masih tergurat.
Saat dimana aku harus berterimakasih secara tidak langsung pada Pangeran Ilusi yang tak memilihku.
Kekurangan??? Nyatanya semua bukan karena kekurangan tetapi mungkin saja karena hatinya yang telah lebih dulu menambatkan pada insan suci yang luar biasa di matanya. Sesosok wanita anggun nan sholelah dalam peringai, penampilan dan akhlaknya yang mulia. Seperti namanya, "Kejora". Di mata Pangeran Ilusiku dia adalah satu dari sekian ribu bintang yang hinggap di angkasa. Dimana sinarnya paling terang di antara mereka. Dan sinar itu adalah pancaran dirinya. Sedang yang membuat dirinya memancar adalah karena dia menjaga dirinya. Tak salah jika ia dipilih oleh Pangeran Ilusi.
Setelah ini... Dan mulai dari kini aku harus berjuang melawan hatiku yang terkadang masih berpihak pada kisah tak bermula dan tak bermuara ini. Menyerahkan semua keputusan kepada Illahi Robb kembali yang pernah sempat mengkaruniakan perasaan indah itu kepadaku. Biarkan ku genggam erat dan sangat erat semua harapan itu. Semoga aku dan dia menemukan yang pantas untuk masing-masing dari kami. Jika bisa jangan dulu lah hatiku menambatkan perasaan secepat itu karena pada akhirnya semua pasti akan begini. Tak terbalas.... dan Pupus... :)

good bingitt :)
BalasHapusTerima kasih, Garnis :D
HapusAda banyak hal yang ingin kutulis yang terkadang orang" di sekitarku tak mengerti tentang tulisanku...
Rindu pembaca tulisanmu Nosss :D